wisata malang
Paket Wisata Malang & Tour Bromo
 0853 199 66777
 0878 199 66777
 cs.eksotika@gmail.com
 eksotikaindonesia.com

Home Profil Paket Wisata Gallery Foto Client

MENENGOK KEKAYAAN DESA ADAT TRUNYAN

Bali memang merupakan pulau surga dunia yang tak pernah habis untuk dibicarakan. Pulau eksotis yang terkenal dengan suguhan atmosfer romantis dan momen sunset yang sangat mempesona. Maka tak heran, jika Bali selalu menjadi tujuan honeymoon favorit bagi wisatawan. Belibur di Bali bersama orang tercinta, pasti akan menciptakan pengalaman tak terlupakan. Kehidupan adat dan budaya yang masih kental semakin menambhan kekayaan pulai Dewata, termasuk diantaranya kehidupan masyarakat desa adat Trunyan yang sungguh unik.

Tari Kecak merupakan salah satu seni tari tradisional yang terkenal di Bali. Selain dikenal sebagai warisan budaya, Tari Kecak ini juga menjadi salah satu keunikan yang menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan.  Iringan suara “cak cak cak”  yang diteriakan para anggota yang mengelilingi para penari menjadi alasan mengapa tari ini dikenal dengan nama Tari Kecak. Bukan hanya wisatawan domestik saja, tourist dari mancanegara pun juga dibuat penasaran dengan tari Bali ini.

DESA TERUNYAN - cdn.idntimes.com

DESA TERUNYAN – cdn.idntimes.com

Eksotis dan indahnya pemandangan dari deretan pantai pasir putih khas Bali menjadi alasan utama wisatawan datang kemari. Hamparan air laut dengan warna biru jernih membuat mata semakin dimanjakan. Apalagi, suguhan aktivitas bahari seru dan menantang akan membuat liburan kamu jadi tak membosankan.

Sebut saja Tanjung Benoa, spot wisata bahari terkenal di Pulau Bali. Disana, kamu dapat menimati berbagai wahana air menarik. Diving dan snorkeling menjadi aktivitas favorit yang sering dilakukan wisatawan untuk menikmati keindahan pemandangan indahnya bawah laut yang masih terjaga.

Daya tarik Bali lainnya dapat kamu temukan di Desa adat Trunyan yang terletak di daerah Kintamani. Desa ini terkenal dengan tradisi pemakaman unik yang beda dari daerah lainnya. Jika biasanya jenazah dikuburkan di dalam tanah, namun jenazah disini dikuburkan secara terbuka dan diletakkan di bawah Pohon Trunyan.

Penasaran dengan keunikan dan kekayaan Desa adat Trunyan?

Yuk kepoin tentang fakta-fakta menarik dari tradisi pemakaman unik di Desa Trunyan bareng Ekostikaindonesia.com

1.      “Trunyan” Merupakan Sebuah Nama Pemakaman sekaligus nama desa adat

Selain nama desa, ternyata Desa adat Trunyan ini juga merupakan sebuah nama pemakaman yang ada di Desa adat Trunyan. Disini, para jenazah dikuburkan secara terbuka dengan diletakkan begitu saja di atas tanah. Tepatnya, dibawah pohon besar. Keluarga cukup memberikan pagar dari bamboo dan sesajen untuk jenazah.

2.      Tidak Ada Bau Busuk di sekitar makam  Desa adat Trunyan

Jika dipikir secara logika, mayat yang diletakkan secara terbuka, pasti lama kelamaan akan mengeluarkan bau busuk. Namun, tidak dengan kuburan Trunyan. Ketika kamu datang kesini, kamu tidak akan mencium bau busuk dari mayat-mayat disini. Kok bisa, kak?

Karena jenazah-jenazah tersebut, berada di antara pohon besar yang disebut sebagai Pohon Taru Menyan.

 Taru berarti pohon dan Menyan berarti harum atau wangi. Masyarakat setempat percaya bahwa pohon ini dapat menyerap dan menetralisir bau tak sedap dari mayat-mayat disini. Namun, belum ada penelitian yang mengungkap bagaimana pohon ini bisa menyerap bau busuk dari mayat-mayat disekitarnya.

3.      Pohon Taru Menyan Memiliki Usia Ribuan Tahun

Pohon wangi ini ternayata diperirakan sudah berusia ribuan tahun. Namu, sejauh ini tidak ada perbedaan yang spesifik dari ukuran pohon tersebut. Kondisinya tak berubah, sama saja. Menurut cerita warga setempat, dulu para penduduk Desa adat Trunyan dikejutkan dengan bau wangi menyengat yang entah berasal darimana. Saking wanginya, bahkan ada beberapa warga terkena pilek.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, tenyata bau wangi itu berasal dari sebuah Pohon Taru Menyan tersebut. Hingga akhirnya, ada sebuah keputusan untuk menjadikan tempat tersebut sebagai sebuah pemakaman. Uniknya, Pohon Taru Menyan ini hanya dapat tubuh di daerah ini saja, walaupun sudah mencoba di tempat lainnya. Tak heran jika pohon wangi ini menjadi khas dan keunikan Desa Trunyan.

4.      Syarat & Ketentuan Untuk Bisa Dimakamkan di Desa adat Trunyan

Penduduk setempat mememiliki sebuah syarat dan ketentuan untuk bisa dimakamkan disini. Salah satunya adalah jumlah jenazah yang dimakamkan disini tidak boleh lebih dari 11 jenazah. Hal tersebut sudah menjadi kepercayaan warga setempat. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa satu Pohon Taru Menyan dapat menyerap bau busuk dari 11 jenazah saja. Jika lebih dari sebelas, maka jenazah yang lain bisa saja mengeluarkan bau busuk.

Ketentuan lainnya, jenazah yang akan dimakamkan meninggal secara wajar dan sudah menikah. Tempat pemakan untuk merka yang meninggal secara wajar disebut dengan Sema Wayah. Bagi jenazah yang suda menjadi tulang belulang akan dikumpulkan menjadi satu di dekat akar Pohon Taru Menyan. Sementara tempatnya yang kosong akan digantikan oleh jenazah yang baru. Jenazah tersebut ditutupi dengan “ancak” atau kurungan bambu.

5.      Sema Bantas Sebagai Tempat Pemakaman Untuk Mereka Yang Meninggal Dengan Tidak Wajar

Meninggal dengan tidak wajar karena bunuh diri, kecelakaan, membunuh orang, atau hal lainnya. Mereka tidak boleh dimakamkan dibawah Pohon Taru Menyan, melainkan di Sema Bantas sebagai tempat khusus untuk mereka.

6.      Sema Muda Tempat Pemakaman Untuk Anak-Anak & Remaja Desa Trunyan

Sema Muda ini diperuntukkan untuk anak-anak dan mereka yang belum pernah menikah. Semua sudah dibedakan sesuai dengan kaidah yang ada di Desa Trunyan.

Fakta Seru Untuk Mencapai Lokasi Desa Adat Trunyan

Daerah pemakaman Trunyan tidak bisa dijangkau dengan mudah. Kamu perlu menaiki perahu untuk menyebrang Danau Batur menuju ke lokasi. Perjalanan akan berlangsung selama  45 menit, pastinya hanya dapat dilakukan saat cuaca sedang baik. Tentunya akan menjadi perjuangan yang seru. Untuk menikmati wisata budaya ini, kamu akan dikenakan tarif biaya 200 ribu rupiah.

Namun, kamu sudah bisa mempelajari tentang cara pemakaman jenazah di Desa Trunyan. Berinteraksi dengan penduduk setempat dan adat kebiasaan serta budayanya. Bahkan, kamu juga bisa berkunjung ke salah satu pura yang berada di tengah desa. Pura tersebut menjadi salah satu tempat ibadah masyarakat.

Wisata ke Desa adat Trunyan mungkin memang terasa sedikit menyeramkan. Namun, keunikan Desa adat Trunyan juga sangat kental akan unsur budaya dari masyarakat Trunyan. Maka tak heran, jika Desa Trunyan dijadikan sebagai salah satu tempat wisata di Bali untuk memperkenalkan dan melestarikan warisan leluhur. Saat berkunjung ke Desa adat Trunyan kita juga harus tetap menghormati budaya tersebut.

Nah, itulah sedikit ulasan mengenai keunikan Desa adat Trunyan di Bali. Sejarah Desa Trunyan Kintamani menjadi legenda yang menarik. Apalagi, tradisi kuburan Desa adat Trunyan yang beda dari yang lain pasti bikin kamu penasaran, kan?

Yuk wisata ke Desa adat Trunyan sambil mengekplor Pulau Bali lebih dalam lagi.

So, are you interested in vacation to Bali Island?

Bingung harus cari travel online terbaik dan nggak mau ribet?

Yuk kunjungi Eksotikaindonesia.com yang siap untuk menemani liburan anda dengan ragam paket wisata Bali terbaik. Mulai dari paket wisata keluarga, wisata honeymoon, hingga wisata gathering family Trip Bali. Terima kasih untuk sobat yang telah membaca artikel kami dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© eksotika indonesia