wisata malang
Paket Wisata Malang & Tour Bromo
 0853 199 66777
 0878 199 66777
 cs.eksotika@gmail.com
 eksotikaindonesia.com

Home Profil Paket Wisata Gallery Foto Client

JEJAK-JEJAK GUNUNG MERAPI

Tak banyak yang tahu seperti apa riwayat Gunung Merapi. Gunung cantik nan aktif di pulau Jawa. Kecuali beberapa ahli kegunung apian menjadikan Gunung Merapi menjadi obyek penelitian yang sungguh menawan.

Bagi kami warga yang tinggal di Kota Yogyakarta sendiripun tak banyak mengerti makhluk Tuhan bernama Merapi ini. Yang kami ingat hanya momentum-momentum khusus saja. 

MOMENTUM BERSAMA MERAPI

Seperti saat Gempa tahun 2006 itu bersamaan waktunya dengan aktifnya Merapi. Suhu udara begitu dingin menyelimuti Kota Yogyakarta. Terlihat bahaya merah dari pucuk kerucut yang tak lagi sempurna itu menyembul lalu bergerak ke arah bawah perlahan. Sungguh mengagumkan tapi juga menyeramkan.

Momentum lain yang kami ingat antaranya adalah letusan besar pada tahun 2010, yang kemudian berdampak pada kondisi desa terdekat.  Beberapa dusun dipaksa dan terpaksa harus dikosongkan demi memberikan kesempatan Merapi berhajat.

Terjangan awan demi awan yang hebat ini tak ayal mewarnai setiap pemberitaan di media lokal maupun media nasional. Sampai suatu sore kembali Merapi memuntahkan awan panasnya. Tak ada yang menyangka akan terjadi guguran besar, walau pihak ahli dan pemerintah setempat telah memberikan peringatan yang sungguh keras terhadap semua warga tak terkecuali.

Alam memang memiliki ritme sendiri. Sehingga kita manusia hanya dapat memanfaatkannya lalu di saat yang lain memberikan ruang baginya untuk bergeliat. Maka benar adanya, sedekat apapun jiwa manusia dengan deru dan tidur lelapnya, tak dapat menjamin seberapa kuat geliat alam itu saat terbangun. Maka sang juru kuncipun tak terlewat dari gulungan awan Merapi. Bersama 341 orang nyawa yang tak bisa diselamatkan.

Momentum lain saat Gunung Merapi mengeluarkan batuk batuk kecilnya. Sekitar tahun 2018. Letusan Freatik di pagi hari itu membumbung hingga 5500 meter ke atas. Maka tak heran langit Yogyakarta saat itu kemudian terasa mendung seketika. Tak lama kemudian turun menitik nitikkan abu ke seluruh wilayah DIY dan Jawa Tengah. Semburan kecil lainnya menyusul malam harinya.

Merapi memang gunung yang terhitung aktif di Indonesia. Akan tetapi bagi dunia pariwisata hal ini merupakan sebuah potensi yang perlu diperkenalkan bagi masyarakat domestik. menjadi satu peluang perkembangan wisata gunung Merapi.

VEGETASI SEKITAR MERAPI

Di puncak hampir tak ada tumbuhan yang bisa bersemi. Hal ini disebabkan karena aktifitas Gunung Merapi yang begitu aktif. Adapun tumbuhan paling atas bertipe Alpina khas pegunungan Jawa seperti Edelweis Jawa dan Rondhoderon.

Lereng agak ke bawah dapat juga tumbuh beberapa tanaman pegunungan tropika lainnya dan tumbuhan bambu. Sedangkan hutan hujan tropis di bagian Selatan Gunung Merapi menjadi surga bagi bebungaan jenis Anggrek dengan warna dan corak yang sungguh khas. Anggota keluarga bunga hias nan elok dan juga langka bernama Vanda Tricolor Merapi.

Kaki ibu Merapi sisi Barat Daya bak sosok perempuan yang sholihah dan baik menawarkan kesuburan tanahnya. Tak ada yang tidak mengenal jenis buah salak manis, bertekstur daging memasir serta begitu populer di kancah pertanian nasional. Menjadi pusat penghasil varietas Salak Pondoh dan Salak Nglumut. Hal ini merupakan potensi besar bagi berkembangnya aspe wisata gunung Merapi.

TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI

Mengapa Gunung Merapi dikelola sebagai Taman Nasional. Tujuannya adalah sebagai penyangga kehidupan masyarakat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Kabupaten yang berbatasan dengan gunung ini adalah Sleman, Boyolali, Yogyakarta, Klaten dan Magelang. Sebelum terbentuk balai pengelola taman nasional, Taman Nasional Gunung Merapi berada di bawah pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Yogyakarta.

Potensi hidrologi wilayah Gunung Merapi adalah merupakan sumber bagi daerah aliran sungai. Jumlah sungai yang berada di sekitar Gunung Merapi adalah sekitar 27 sungai. Dan tiga daerah aliran sungai intinya adalah : Sebelah Barat adalah Sungai Progo; DAS Opak berada di bagian Selatan; DAS Bengawan Solo berada si bagian Timur.

Selain mengandung potensi berbagai kesuburan flora, Gunung Merapi juga sebagai tempat hidup atau habitat Elang Jawa dan juga Macam Tutul. Ini menunjukkan kekayaan biologis Gunung Merapi. Amat cocok jika direkomendasikan sebagai salah satu alternatif rekreasi andalan Yogyakarta yakni wisata gunung Merapi.

WISATA GUNUNG MERAPI PESONA BAGI PARA PENDAKI

Gunung cantik ini seperti gadis remaja yang banyak idola. Di antara komunitas pendaki siapa yang tak kenal dengannya. Jalur populer Gunung Merapi adalah melalui Kaliurang dari sisi Selatan. Jalur terjal memakan waktu sekitar 6-7 jam pendakian hingga summit. Di kalangan pecinta alam Merapi memiliki jalur lain yaitu jalur Selo, yang menghabiskan waktu sekitr 4-5 jam pendakian hingga puncak Merapi.

PERJALANAN PANJANG GUNUNG MERAPI POTENSI ALAM YANG SUBUR

Ada Empat Fase yang telah dilalui Gunung Merapi.  Salah seorang peneliti dari Universitas Blaise Pascal, bernama P Bhertommier mengelompokkan fase Merapi ke dalam empat Fase. Yaitu Fase pra Merapi, Fase Merapi Tua, Fase Merapi Pertengahan dan Fase Merapi Baru. Fase ini termaktub dalam hasil thesisnya pada tahun 1990  yang berjudul “Volcanological Study of Merapi (Central Java): Tephrostratigraphic and Chronology-Eruptive Products”.

Fase apa sajakah itu, mari kita ulas :

1. Fase Pra Merapi

400.000 tahun lalu gunung Merapi belum ada. Adapun gunung berapi yang hidup saat itu adalah Gunung Bibi. Sekarang wislayah ini termasuk Kabupaten Boyolali Jawa Tengah.

 

2. Fase Merapi Tua

Gunung Bibi melahirkan anak gunung baru di sisi Baratnya. Proses kelahiran gunung baru ini terjadi pada 60.000 tahun yang lalu.

Endapan batuan serta pembekuan magma gunungng ini membentuk dua bukit. Saat ini kedua bukit itu dikenal sebagai Bukit Turgo dan Plawangan. Bukit ini termasuk wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

3. Fase Merapi Pertengahan

 Fase ini berlangsung sekitar9.000 tahun yang lalu. Hasil proses vulkanlogi Gunung Merapi di sisi utaa gunung yang berupa tumpukan guguran lava membentun Bukit Gajahmungkur dan Bukit Batulawang. Selama fase ini Merapi juga mengalami proses letusan eksplosif hingga membentuk area kawah Pasarbubar.

4. Fase Merapi Baru

Fase terakhir adalah fase di mana Merapi berada pada 2.000 tahun yang lalu. Kawah Pasarbubar pada fase Merapi Pertengahan (ketiga) membentuk kerucut dengan dasar penyusunnya diperkirakan terbentuk dari fase Fase Merapi Tua (60.000 tahun silam)

Pada Fase Merapi Baru terjadi erupsi kembali, yakni diperkirakan pada tahun 1006 Masehi. Para peneliti antara lain Supriati Dwi Andreastuti, Chris Newhall dan Joko Dwiyanto dalam riset mereka yang berjudul “Menelusuri Kebenaran Letusan Gunung Merapi 1006”.

MERAPI MENGUBUR CANDI SAMBISARI

Letusan dahsyat itu menimbulkan dampak yang cukup mengerikan. Candi Sambisari yang terletak di sebelah Selatan Merapi dengan jarak sekitar 23 km.

Hingga pada tahun 1966 Candi ini diketemukan kembali oleh seorang petani yang sedang mencangkul kemudian lempeng cangkulnya seperti mengantuk sebuah benda keras, yang ternyata adalah batu Candi Sambisari. Setelah diekskavasi candi ini berada di bawah tanah sedalam 6.5 meter. Tanah timbunan itu terbentuk dari lahar dingin Merapi.

Nahhh Gimana udah cukup mengenal Merapi secara umum yaa sekarang?

Oke mungkin cukup sekian tentang ulasan Gunung ini yang kami sampaikan.

Jika Sobat ingin belibur ke Merapi atau mau ke Bukit Klangon cukup berfoto dengan pemandangan Merapi yang gagah, atau mau offroad adventure jeep ke daerah bekas lahar Merapi

Yuk mampir ke website kami melayani paket wisata ke Adventure Yogyakarta. Eksotika Indonesia mengajak anda berdiskusi tentang family trip, outing office, honeymoon trip, atau gathering trip to Yogyakarta.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© eksotika indonesia