wisata malang
Paket Wisata Malang & Tour Bromo
 0853 199 66777
 0878 199 66777
 cs.eksotika@gmail.com
 eksotikaindonesia.com

Home Profil Paket Wisata Gallery Foto Client

KABAR INDUSTRI PARIWISATA DI TENGAH KONDISI PANDEMIC

Pandemic yang saat ini tengah semuanya kita rasai, tak ayal lagi jelas mempengaruhi dunia perekonomian Indonesia. Wisata sebagai salah satu aspek unggulan pun tak terelakkan dari imbas covid 19 yang telah menjangkit negeri ini. Kota kota seperti Bali, Malang dan Yogyakarta merupakan kota dengan sector pariwisatanya cukup besar. Pengelola industri pariwisata lokal di kota tersebut mulai memikirkan langkah-langkah. Keputusan dan kebijakan diambil untuk bertahan di tengah kondisi pandemic dan sekaligus juga untuk berperan memutus rantai persebaran covid19.

Kami akan ulas beberapa strategi yang telah diambil oleh sebagian pelaku usaha di bidang industri pariwisata.

Nasib & Trik Industri Pariwisata Akomodasi

Perhotelan adalah sektor industri pariwisata yang sangat terdampak dengan adanya pandemik ini. Seperti yang telah kita ketahui bahwa operasional hotel atau penginapan memberikan ruang bagi banyak orang dari dalam maupun luar negeri untuk berkumpul menjadi satu di area yang sama. Dalam rangka memutus rantai pandemic yang ngeri bin nge-hits ini memang salah satunya adalah dengan menstop operasional dalam skala besar. Artinya tidak menutup kemungkinan untuk tetap beroperasi tipis-tipis dengan beberapa strategi.

Pengurangan Biaya Operasional Hotel

Pertama adalah dengan mengurangi jumlah penjualan kamar bisa hampir 60-70 % kamar dikurangi. Hal ini dilakukan untuk menghindari penumpukan banyak orang dalam waktu dan tempat yang bersamaan.

Kedua adalah mengurangi jumlah karyawan. Hal ini sungguh menyedihkan. Karena staff hotel tidak semuanya adalah orang yang memiliki savety money ketika tiba-tiba diberikan jadwal yang tidak penuh untuk bekerja sebulan. Akan tetapi strategi dari hotel untuk tetap mempertahankan karyawannya untuk tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja secara massive dan mendadak. Namun beberapa hotel telah ada yang memberlakukan unpaid pada karyawannya. Beberapa hotel juga menurunkan biaya operational dengan memanfaatkan subsidi pajak dari pemerintah. Inilah tantangan tersendiri bagi pelaku industri pariwisata bidang akomodasi perhotelan, guesthouse dan homestay mulai dari kelas bintang hingga pengelola penginapan kecil.  

Paket Promo Tetap Kreatif dalam Situasi Sempit

Ketiga adalah dengan membuat paket paket promo. Beberapa hotel besar di Bali menawarkan paket promo untuk bekerja dari hotel. Seperti Instyle Hotel Kuta Bali, Hotel Swissbell Express Kuta Bali dan Inna Garuda Hotel Yogyakarta yang memberikan tawaran paket bekerja bagi para karyawan kantor untuk bekerja dari hotel selama seminggu atau 15 hari atau paket 30 hari. Paket in tentu dikemas dengan fasilitas yang special dan tariff yang bervariasi.

Keempat adalah membuat paket Food and beverage delivery sevice. Memaksimalkan divisi bidang F&B di masing-masing hotel tentu dengan trik harga paket yang terjangkau. Fasilitas rasa dan service pengantaran sampai rumah yang sangat mendukung physical distancing. Starndart hotel tentu telah dipercaya banyak pihak dengan higienitas yang tinggi dan kandungan gizi yang terpenuhi menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat.

Kelima adalah kesempatan memaksimalkan pilar pelayanan pada masyarakat dengan membuat konten yang edukatif di media social resminya. CEO Artotel Group mengungkapkan bahwa saat ini mereka melakukan fokuas pada pembuatan konten dengan tema gaya hidup dan kesadaran social yang sesuai dengan tema Artotel Grup yang selama ini telah diusung. Dengan konten ini mereka sampaikan bagaimana untuk tetap dirumah hingga membantu tenaga medis garda depan untuk mengawal covid 19 di negeri tercinta ini. komitmen ini dilakukan sebagai upaya percepatan memutus rantai penyebaran virus yang diperankan oleh pelaku industri pariwisata.

Eksistensi Destinasi Menunjukkan Kualitas Pengelola Industri Pariwisata

Pembatasan jarak social dan fisik menjadikan menurunnya jumlah wisatawan baik domestik maupun turis mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia. Hal ini menyebabkan hampir seluruh destinasi wisata di Indonesia sama sekali tidak ada pemasukan hal ini sudah terlihat mulai menurun dari bulan Maret.

Bukan destinasi wisata Indonesia jika tidak kreatif. Taman Pintar salah satu destinasi wisata edukasi di Yogyakarta membuktikan kekuatannya melampaui kondisi pandemic ini. Pengelola dapat melakukan eksis strategi sebagai destinasi wisata yang juga terdampak covid19. Kepala Tama Pintar Ibu Afia Rosdiana menyampaikan terobosan unik Taman Pintar yaitu dengan menyedialan layanan berwisata virtual. Wisata edukasi secara virtual artinya wisatawan tidak harus hadir ke Taman Pintar secara fisik.

Taman Pintar membuat video pembelajaran bertemakan seni dan teknologi lalu disampaikan ke masyarakat melalui social media yang dimilikinya. Ada dua akun instagram milik Taman Pintar yaitu @ensiklotepi dan @tamanpintar_yogyakarta. Dengan adanya konten video interaktif ini melalui sejumlah aku media social dibuat menarik dan menyenangkan. Hal ini membuktikan keseriusan salah satu pengelola industri pariwisata edukasi di Yogyakarta yaitu Taman Pintar.

Siasat Pelaku Bisnis Restoran & Makanan 

Restoran belakangan menjadi komponen yang cukup berkembang menjadi destinasi wisata. Bidang kuliner menjadi salah satu sector yang terimbas oleh pandemic virus yang mendunia. Kalau pengelola destinasi wisata, transportasi dan akomodasi kemungkinan ada yang mati total secara operasional. Lain halnya dengan indurtri penyedia makanan.

Social Distancing yang dihimbau pemerintah pusat hingga daerah menjadi pemicu turunnya omzet penjualan. Ini telah dialami selama pertengahan Maret oleh banyak pelaku industri pariwisata sejak diumumkannya himbauan menjaga jarak secara social maupun fisik. Sehingga resto dan warung makan yang biasanya menyediakan tempat untuk datang dan menikmati hindangan di tempat saat ini sangatlah merosot secara kuantitas.

Industri Parwisata Merubah Pola Penjualan

Pengelola rumah makan dan restoran mengatasinya dengan beberapa cara yaitu mengurangi jumlah kursi atau meja shingga jarak tempat duduk tidak terlalu dekat dan tetap memenuhi syarat phisicaly distancing yaitu 1 hingga 2 meter antara satu irang dengan yang lain. Cara lainnya dalah dengan menandai tempat duduk dengan tanda silang merah untuk tempat berdiri selama mengantri atau tempat duduk yang juga diberikan tanda dilarang diduduki. Selain itu juga memberikan batasan jumlah orang yang makan di tempat.

Trik lain yang dilakukan oleh para pelaku industri restoran adalah mendongkrak pelayanan untuk take away service. Take away service atau membungkus makanan yang dibeli juga mendukung himbauan yang telah digaungkan yaitu physically distancing. Sehingga pembeli melakukan pemesanan dan pembayaran di resto kemudian dibawa pulang untuk dinikmati di rumah sendiri dan atau bersama keluarga. Hal ini juga memperkecil anggota keluarga yang lain untuk keluar dari rumah dan beresiko terpapar virus.

Mendadak Banyak Ghost Kitchen Baru – Terobosan Industri Pariwisata 

Trik lain dari pelaku usaha restaurant adalah dengan menjadi dapur-dapur hantu atau lebih trending disebut dengan ghosht kitchen bagi driver ojek online. Beberapa aplikasi startup di negeri kita telah mampu menjadi salah satu solusi jitu di tengah pandemic. Tentu dengan standart operasional yang baik para pelaku driver ojek online dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang memilih untuk lockdown total bagi keluarganya.

Beberapa keluarga di kota yang belum memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar PSBB seperti Yogyakarta memilih untuk melockdown total bagi anggota keluarganya. Meraka tidak melakukan aktifitas ke luar rumah sama sekali. Seperti berbelanja bahan makanan ataupun memasak makanan untuk keluarga. Maka pelaku ojek online dapat semakin terbantu dari sisi ekonomi.

Ulasan tersebut di atas hanyalah sedikit. Masih banyak permasalahan yang harus dilampaui dengan strategi jitu bagi pelaku industri pariwisata Indonesia. Seperti pemilik usaha transportasi yang harus menyicil kendaraan, hingga mengembalikan kendaraan kepada suplier karena tidak lagi mampu memberikan income.

Pengaruh covid19 ini juga sangat dirasakan para driver bus pariwisata, tour guide, souvenier shop, tour agent, sampai bapak penarik becak dan transportasi tradisional. Kita berdoa bersama semoga kondisi yang tidak menentu ini segera berakhir. Yang sakit disembuhkan dan industri pariwisata kembali menggeliat menapaki masa yang baru. Semoga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© eksotika indonesia