Masjid Jogokariyan merupakan salah satu masjid yang bersejarah. Masjid ini berada di kampung Jogokariyan lebih tepatnya masjid ini berlokasi di Jalan Jogokariyan 36, kelurahan Mantrijeron, kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Lokasi masjid Jogokariyan berdekatan dengan Pondok Pesantren Krapyak keduanya sama-sama memiliki nilai sejarah yang panjang. Apalagi jika dikaitkan dengan keberadaan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Masjid Jogokariyan ini di dirikan oleh pengurus Muhammadiyah ranting Karangkajen yang digunakan sebagai media dakwah untuk memperkuat dan menginternalisasi nilai-nilai keislaman penduduk di sekitar masjid. Karena dulunya hampir seluruh penduduk Kampung Jogokariyan adalah kalangan abangan yang lebih mengutamakan kultur kejawen ketimbang kultur keislaman.

MASJID JOGOKARIYAN DAN TRADISI SAAT RAMADHAN

                Saat bulan puasa masjid Jogokariyan ini memiliki program unik yang sayang untuk dilewatkan lho. Saat sore hari masjid ini selalu ramai dipadati oleh para pemburu takjil dan pecinta kuliner. Selama sebulan penuh masjid Jogokariyan tak tanggung-tanggung menyediakan ribuan porsi untuk berbuka puasa kepada warga dan jamaah setiap harinya tanpa putus. Menu yang disediakan pun tidak sembarang. Setiap harinya jamaah disajikan dengan menu yang menggoda dan berbahan daging. Mulai dari daging ayam, kambing, dan juga daging sapi yang diolah menjadi masakan yang lezat mulai dari tongseng, gulai dan lain-lain.

Ternyata masjid yang di bangun pada tahun 1966 ini mempunyai tradisi berbagi menu buka puasa ini sudah ada sejak tahun 1973. menu-menu yang di olah pada saat itu adalah dari bahan yang dihasilkan dari sawah-sawah milik masjid ini karena pemasokan bahan pangan yang melimpah. Seiring berjalannya waktu kini daerah tersebut tumbuh menjadi perkotaan yang padat seiring dengan berjalannya waktu. warga luar daerah yang mulai berdatangan dan semakin banyak mahasiswa yang datang untuk kuliah dan bekerja di Jogjakarta. Sawah-sawah tersebut seiring berjalannya waktu kini menjadi pemukiman. Tetapi walaupun sudah tidak memiliki sawah lagi tradisi berbagi menu buka puasa gratis masih tetap dipertahankan hingga saat ini. Saat ini tempat ini masuk dalam alternatif destinasi untuk ngabuburit daat puasa di Jogjakarta. Tidak sedikit wisatawan yang  menikmati paket wisata Jogja mengunjungi destinasi satu ini.

MASJID MEMAKMURKAN JAMAAH

                Dengan berjalannya waktu sekarang ini masjid Jogokariyan sudah semakin banyak jamaah yang mulai berdatangan. Jamaah yang meramaikan masjid sebagian besar adalah anak muda khususnya adalah para mahasiswa-mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa yang datang yaitu untuk melaksanakan buka puasa dan sekalian untuk shalat tarawih. Untuk anggarannya sendiri yang digunakan untuk menu buka puasa saat ini berasal dari infak dan donatur. Pada bulan ramadhan saat ini masjid Jogokaryan berhasil mendapatkan dana hingga Rp. 500 juta lho. Meskipun baru H-3 mulai mengumpulkan dananya untuk membuat menu buka puasa, wah ternyata sudah banyak dana yang terkumpul ya.

SEJARAH PANJANG MASJID JOGOKARIYAN

Masjid Jogokariyan ini juga memiliki cerita sejarah yang cukup panjang sehingga bisa menjadi salah satu masjid bersejarah yang ada di Jogja. Selain menyajikan menu berbuka puasa masjid Jogokariyan ini juga dilengkapi dengan pusat studi islam atau disebut dengan islamis center.

Masjid Jogjokariyan ini selain dikenal sebagai masjid yang menyediakan ribuan porsi untuk buka puasa gratis pada setiap harinya selama bulan puasa. Setiap harinya tersedia seribu makanan takjil yang disediakan khusus untuk jamaah yang datang. Masjid ini juga mempunyai program lain yang sangat unik lho, yaitu masjid Jogokariyan akan mengganti kerugian yang dialami oleh jamaah seperti ketika jamaah kehilangan sandal dan kendaraan di lingkungan masjid. Barang yang hilang tersebut akan diganti  

Saat bulan puasa tiba, jalanan seputaran menuju masjid Jogokariyan akan sangat padat dengan pasar sore. Pasar Sore Jogokariyan memang menjadi destinasi wisata sore hari saat puasa di Jogja. Pasar sore ini menjadi salah satu pasar sore ramadhan yang cukup ramai di Jogja. Selain itu ada banyak kegiatan berupa lomba keagamaan yang bisa diikuti oleh anak dan remaja di masjid ini. Jadi bagi kalian yang mengambil paket wisata Jogja edisi bulan puasa jangan lupa untuk mampir atau singgah di sini.. Jogokariyan menjadi destinasi wisata religi bagi mereka yang ingin menikmati suasana islami tumbuh dan menyatu dengan warga.

MASJID JOGOKARIYAN REFERENSI NASIONAL DENGAN MANAJEMEN TERBAIK

Banyak dari wisatawan yang menghendaki kunjungan ke Masjid Jogokariyan ini. Tujuannya adalah untuk study banding mengenai manajemen masjid. Masjid Jogokariyan terkenal sangat berhasil dalam pengelolaan managemen masjid dan pemberdayaan Jamaah. Banyak programnya yang mampu bersinergi dengan jamaah. Jika di masjid lain mengupayakan bagaimaa agar kas masjid bisa terkumpul, lain hal di Masjid Jogokariyan ini. Masjid ini mengusahakan agar penyaluran dan pemanfaatan kas masjid bisa merata. Diusahakan agar bisa nol rupiah dan juga kebermanfaatannya bisa dirasakan oleh jamaah. Masjid ini sering dijadikan tempat kunjungan oleh jamaah pengajian dan takmir masjid seluruh Indonesia.

Tidak hanya ramai dan meriahnya program masjid ini sewaktu bulan Ramadhan tiba. Seperti disebutkan sebelumnya Jogokariyan menggelar Kampung Ramadhan setiap bulan puasa tiba. Ada jajanan buka puasa sepanjang jalan masjid, lomba keagamaan dan juga program iktikaf. Di luar bulan Ramadhan, masjid ini juga sangat ramai dan padat jamaahnya. Meskipun jamaah shalat subuh di pagi buta, tetapi ada ratusan jamaah yang shalat dan datang ke Masjid. Setiap selepas shalat subuh, di masjid ini selalu dibagikan snack pagi. Ada roti dan susu yang diberikan kepada jamaah shalat subuh di sini.

MASJID JOGJA YANG MENDUNIA

Masjid Jogokariyan adalah masjid yang mendunia, di mana sebelumnya  beberapa tahun lalu pernah ada parlemen Eropa yang berkunjung. Mereka mengadakan kunjungan sekaligus study di masjid tersohor ini. Ulama Palestina juga tidak jarang datang dalam agenda peringatan hari besar maupun menjadi imam ketika Tarawih Ramadhan. Masjid ini dalam pengelolaannya, memiliki 28 divisi yang bekerja.

Wah, luar biasa lengkap dan banyak sekali divisi yang mengampu dalam pengelolaannya. Pengurus masjid tau takmir memiliki prinsip bahwa mereka tidak hanya mengurusi masjid. Mereka juga melayani jamaah dan tersedia klinik untuk para jamaah.

Ada banyak divisi khusus yang langsung melayani keumatan. Kotak infaq yang tersedia di masjid ini juga memiliki lubang yang besar. Ibarat kata jika ada yang ingin berinfaq lebih dari lima juta rupiah pun bisa masuk sekaligus. Itulah salah satu yang menjadi rahasia masjid Jogokariyan dalam mengajak masyarakat untuk berinfaq ke masjid. Hingga kemudian infaq hasil perolehan dari jamaah tadi kemudian diputar lagi untuk kepentingan jamaah. Bahkan masjid ini juga memiliki data lengkap peta ibadah masyarakatnya. Siapa saja yang sudah shalat, siapa yang sudah lima waktu, siapa yang belum, siapa yang sudah jamaah dan lainnya. Kemudian dengan langkah aktif dan santun mereka senantiasa mengajak masyarakat untuk kembali ke masjid.

Mau paket wisata Jogja edisi kunjungan study banding masjid Jogokariyan?