BADUY DALAM TERJAGA DALAM KERUPAWANAN

Berbicara tentang keberagaman di Indonesia memang tidak ada habisnya. Negara ini selalu punya surga tersembunyi yang selalu menarik untuk ditelusuri. Kearifan lokal serta adat istiadatnya turut menjaga kelestarian alam Indonesia tercinta. Jauh dari keramaian kota, negeri ini memiliki banya suku unik yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Suku Baduy adalah salah satu masyarakat yang masih menjaga kearifan local hingga saat ini.

Banyak saudara kita yang hidup tanpa mengenal modernisasi. Mereka tetap kukuh menjalankan tradisi nenek moyang yang uniknya justru menjadi daya tarik bagi wisatawan. Tak jarang ada beberapa suku bangsa yang sudah eksis di mata dunia. Selain Desa Wae Rebo, Indonesia juga memiliki suku lain yang tak kalah populernya.

Nama Baduy terselip dalam salah satu banyaknya suku di tanah air tercinta. Suku Baduy menjadi salah satu kelompok etnis Sunda yang hidup bersama alam di Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Kec. Leuwidamar, Kab. Lebak, Provisi Banten. Mereka tidak ingin kehidupan yang belum terkontaminasi dengan teknologi apapun, bahkan hanya untuk didokumentasikan saja khususnya penduduk Baduy Dalam, dan beberapa masyarakat Baduy Luar.

Mengenal Suku Baduy Dalam

Awalnya, nama Baduy berasal dari sebutan yang dilontarkan oleh peneliti Belanda. Mereka mempersamakan masyaraat yang hidup secara nomaden tersebut dengan kelompok masyarakat Arab “Badawi”. Kemungkinan lainnya, karena sebuah sungai bernama “Cibaduy” disebelah utara tempat Suku Baduy tinggal.

Sedangkan Suku Baduy sendiri lebih menyebut diri mereka sebagai “orang kenekeas” sesuai dengan nama wilayah mereka.

Suku Baduy memberikan julukan pada masyarakat mereka sendiri dengan sebutan orang Kanekes. Orang Kanekes artinya adalah keturunan Bathara Cikal. Bata Cikal adalah salah satu dewa atau batara yang turun ke bumi. Bahkan, terkadang asal-usul tersebut juga dikaitkan dengan nenek moyang pertama manusia, yaitu Nabi Adam.

Menurut kepercayaan Suku Baduy, warga  Kanekes memunyai tugas untuk menjaga kedamaian dunia. Kepercayaan mereka adalah kepercayaan pemujaan terhadap nenek moyang yang dinamakan Sunda Wiwitan lebih sebagai bentuk penghormatan kepada pendahulu mereka.

Suku Baduy Dalam &Suku Baduy Luar

Suku Baduy terbagi menjadi dua golongan, yaitu Suku Baduy Dalam dan Luar. Perbedaan mendasar antara keduanya adalah dalam menjalankan tradisi atau aturan adat yang dilakukan. Suku Baduy Dalam masih memegang teguh tradisi dan aturan nenek moyang, sedangkan Baduy Luar sudah sudah terkontaminasi dengan kehidupan luar.

(lebih…)