BAGIAN YANG TERKUBUR DARI MAHAKARYA CANDI BOROBUDUR

Candi Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di dunia. Candi ini dibangun pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra sekitar tahun 800 Masehi. Dengan arsitektur candi berbentuk stupa yang terkesan unik dan artistik. Terdiri dari 16 teras dengan bentuk bujur sangkar diatasnya dan 3 pelataran melingkar.

Situs sejarah Borobudur memiliki 2.672 panel relief dan 504 archa Buddha terbanyak dan terlengkap di dunia. Stupa utama berada di tengah sekaligus sebagai mahkota candi. Stupa tersebut dikelilingi oleh 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca Buddha. Duduk bersila dengan posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan), Dharmachakra mudra (memutar bola dharma atau bola kehidupan).

Bangunan bersejarah ini pertama kali ditemukan oleh Thomas S. Raffles pada tahun 1814. Thomas menemukan sebuah gundukan bebatuan besar yang terkubur tanah dan tertutup semak belukar. Sejak saat itu, Candi Borobudur mengalami masa pemugaran atau perbaikan kembali dari tahun 1975 – 1982. Hingga akhirnya, Candi Borobudur ditetapkan menjadi situs sejarah warisan dunia oleh UNESCO.

Nama Borobudur pertama kali disebutkan dalam sebuah buku berjudul History Of Java yang ditulis oleh  Sir Thomas Stamford Raffles. Namun, tidak ada sejarah yang spesifik mengenai asal mula nama Borobudur. Namun, ada beberapa pendapat yang menjelaskan mengenai istilah nama Borobudur berasal.

candi borobudur

candi-borobudur

Nama Borobudur berasal dari kata Bara dan Beduhur. Kata Bara berarti sebuah vihara atau kompleks candi dalam bahasa Sansekerta, sedangkan Beduhur berarti tinggi. Jika disatukan, nama Borobudur berarti sebuah vihara atau biara yang berada di tanah tinggi.

Candi Borobudur dibangun sebagai tempat untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah umat Buddha. Tiap tahun, umat Buddha dari seluruh Indonesia hingga belahan dunia berkumpul di Candi Borobudur untuk memperingati Hari Tri Suci Waisak bersama. Bahkan, di dunia pariwisata, Candi Prambanan menjadi destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Candi Borobudur Berdiri di Atas Permukaan Danau Purba

Jika biasanya candi dibangun di dataran kering, namun Candi Borobudur berbeda. Situs sejarah ini justru berdiri gagah di atas bukit dengan ketinggian 265 meter di atas permukaan laut dan 15 meter di atas danau purba yang telah mengering. Keberadaan danau purba ini menjadi perbincangan hangat di kalangan arkeolog pada abad ke 20. (lebih…)