MENGENAL WARISAN JAMAN BATU, DESA BENA BAJAWA

Indonesia dikenal sebagai negara keberagaman yang selalu dikagumi oleh masyarakat dibelahan dunia. Negara maritim yang menyuguhkan pesona alam dan indahnya laut menakjubkan. Jutaan budaya, bahasa, suku hingga tradisi unik seolah jadi taburan manis dari persatuan tanah air tercinta. Bahkan, tak akan habis untuk mengucap rasa syukur atas berkah Tuhan di tanah Indonesia. Kita mau bahas tentang Desa Bena yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur.

Semua berawal dari sebuah permulaan. Ada sejarah di zaman batu sebelum menapak di jaman modernisasi seperti sekarang. Cara tradisional bahkan terganti dengan bantuan mesin-mesin canggih dan serba instan. Beberapa diantaranya justru terserang malas.

Bukan Indonesia jika tidak memiliki banyak cerita. Ribuan pulau kecil dengan penduduk khasnya menjadi hal unik yang mampu mengundang rasa penasaran dari banyak wisatawan dunia. Artikel ini akan membahas mengenai warisan nenek moyang di sebuah daerah. Tentang Desa Bena Bejawa serta warisan zaman batu yang masih terjaga keeksotisan dan tradisionalnya.

Desa Bena, Desa Pemuja Gunung

Kampung megalithikum ini terletak di Desa Tiwuriwu, Kec. Aimere, Kab. Ngada, Flores, NTT. Berada di puncak bukit dengan landscape Gunung Inerie yang tampak asri dan eksotis. Gunung Inerie [2.245 mdpl] sendiri merupakan gunung berapi tertinggi dan terbesar di Pulau Flores. Disebelah barat Gunung Inerie dihiasi dengan hutan nan lebat. Di lereng selatannya, ada perkebunan hijau.

DESA BENA FLORES NTT

Keberadaan Desa Wejana di bawah gunung merupakan ciri khas masyarakat lama yang meyakini dan memuja gunung sebagai tempat para dewa. Masyarakat Bena pun meyakini bahwa keberadaan Dewa Yeta bersingsana di Gunung Inerie dan akan selalu melindungi kampung mereka. Menurut warga Bena, Gunung Inerie merupakan perwujudan hak mama dan Gunung Surulaki perwujudan hak bapa.

(lebih…)